Aku adalah mata-mata, berkeliaran di depan matamu. Aku tak pula kasat mata. Jika kau bertanya kepada mereka, mereka tak akan mengenaliku. Mereka hanya bisa mencium aroma tubuhku, juga melihat sisa-sisa jejak langkahku.
Aku adalah orang asing. Aku orang asing di dunia ini. Dipengasinganku ada segumpal rindu yang penuh amarah dan kesepian yang menyakitkan. Orang-orang merantaikan kaki manusia. Aku pun ikut terjerat, terjerat dengan kesepakatan kaum mayoritas mereka.
Namun aku adalah belati, tajam terhindar dari rasa berlebih. Di mata mereka, aku adalah air, tidak akan mudah mereka menyakitiku tapi aku akan selalu hilang terbawa angin. Mungkin, barangkali aku adalah travesti, bahan untuk membuka mulut tawa melebar-debar.
Jalanan adalah tempat orang-orang memamerkan harta kekayaan. Aku selalu suka berada di samping mereka, seperti penonton pawai iring-iringan karnaval.
Aku adalah orang asing, bagi duniamu.
Bekasi, 2012.